Normalisasi Drainase Dilakukan Bertahap, Tahun Ini Dianggarkan Rp200 Juta
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Normalisasi
dan pembuatan drainase di jalan Teratai Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung
Redeb segera direalisasikan.
Lurah Gayam, Iskandar Zulkarnain mengatakan,
penyambungan drainase untuk tahun ini baru sepertiganya dahulu.
Dikarenakan untuk menyesuaikan anggaran, sehingga dalam menyambung dan membuat drainase di permukiman itu dilakukan bertahap.
Iskandar mengatakan, tahun ini anggaran sebesar Rp 200 juta sudah
dialokasikan untuk merehab sepertiganya dahulu.
"Tahun ini Insya Allah segera
direalisasikan, tapi baru sepertiganya dahulu, karena itu sudah kami
koordinasikan dengan pemerintah daerah saat Musrenbang tingkat kecamatan minggu
lalu," ucapnya, Rabu (10/3/22) lalu.
Rencananya, drainase di lokasi yang bermukim 1 RT itu akan disambung ke dua titik drainase besar di Jalan Mangga ataupun Jalan Haji Isa. Sehingga, dapat meminimalisir genangan.
Iskandar menyebut, setiap hujan penampungan
air oleh drainase selalu meluap lantaran aliran tidak tersambung satu sama
lain. Bahkan, ada beberapa permukiman yang belum ada drainasenya. Dampaknya,
air meluap hingga masuk ke dalam permukiman warga RT 01 Kelurahan Gayam itu.
Ironisnya, Iskandar mengatakan apabila hujan
telah berhenti mengguyur terkadang genangan air masih ada dan membutuhkan waktu
yang lama untuk surut kembali.
"Oleh karena itu, kami usulkan sejak
2019 agar dinormalisasi. Alhamdulillah, tahun ini meskipun baru sepertiganya
sudah bisa direalisasikan,"terangnya.
Iskandar juga menerangkan, untuk
merealisasikan saluran drainase 100 persen dibutuhkan anggaran sebesar Rp 600
juta. Pihaknya pun berharap realisasi keseluruhan dapat terwujud pada tahun
2023 mendatang atau setelah anggaran perubahan.
Adapun mengenai teknis perbaikan, Iskandar
mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(PUPR) Berau maupun Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Berau
"Dari kebutuhan yang diperlukan kalau
nilainya dari Perkim dan PUPR di hitung kemarin itu sekitar 600 juta untuk
sampai menembus ke saluran drainase primer,"terangnya.
"Tetapi, ini bertahap karena mengingat
refocusing anggaran juga akibat pandemik COVID-19. Semoga di 2023 ini bisa
tersambung sempurna sehingga keluhan masyarakat dapat
tertangani,"sambungnya.(sep)